Untuk menstabilkan garis pantai yang terkikis, digunakan struktur permeabel yang memperlambat aliran air dan ombak, sehingga memungkinkan sedimen menumpuk dan memfasilitasi rekolonisasi alami mangrove. Struktur ini cocok di garis pantai berlumpur dengan banyak sedimen tersuspensi, dan biasanya berbentuk pagar dari tiang dan ranting. Meski sederhana secara teknis, penerapannya memerlukan desa…
Building with Nature integrates Nature-based Solutions into water and marine engineering practice. To make nature the fundament of the solution, a paradigm shift is needed in in all aspects of project development. One of the main barriers to mainstream adoption is unfamiliarity with the Building with Nature approach. This guideline aims to help users to understand how to apply the approach and…
This technical guideline discusses the application of permeable structures as a close-to-nature and sustainable solution to increase sedimentation along eroded coastlines to allow re-colonisation of mangroves and thus a stabilization of the intertidal area. Mangrove recolonization using permeable structures is currently being applied in Central Java (Indonesia), in the Mekong Delta (Vietnam,…
This guideline is part 3 of a series of Technical Guidelines on technical and socio-economic Building with Nature measures that, in combination, help to restored eroding tropical mud coasts. They bring together experiences and lessons learned from the Building with Nature Indonesia programme which restores eroding tropical muddy coasts. These guidelines are based on insights and lessons learned…
This guideline is part of a series of Technical Guidelines on technical and socio-economic Building with Nature measures that, in combination, help to restore eroding tropical muddy coasts. These guidelines are based on insights and lessons learnt during the implementation of a district scale pilot in Central Java as part of the Building with Nature Indonesia programme. By sharing our lessons …
Isu degradasi mangrove semakin mengemuka seiring menurunnya fungsi ekosistem penting yang disediakannya, seperti perlindungan pesisir, dukungan perikanan, serta peran dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Berbagai upaya restorasi mangrove telah dilakukan, namun pendekatan konvensional melalui penanaman sering kali belum berhasil mengembalikan fungsi ekosistem secara optimal. Berangkat da…
Perbaikan saluran dan relokasi substrate merupakan salah satu pendekatan utama dalam kegiatan rehabilitasi mangrove. Kedua komponen tersebut termasuk dalam metode perbaikan hidrologi. Kondisi ekosistem mangrove yang rusak perlu mendapatkan stimulan melalui tindakan intervensi guna menunjang percepatan dalam pengembalian fungsi hidrologi itu sendiri. Perbaikan hidrologi perlu dilakukan dengan…
Keberhasilan restorasi mangrove dalam skala besar memerlukan pergeseran paradigma dari sekadar penanaman bibit menuju pendekatan yang lebih holistik dan terencana. Tulisan ini mengulas implementasi pendekatan Restorasi Ekologis Mangrove (Ecological Mangrove Restoration/EMR) yang dikembangkan oleh IUCN Mangrove Specialist Group sebagai solusi atas kegagalan metode konvensional. Melalui program "…
Restorasi mangrove seringkali menghadapi tantangan kegagalan akibat intervensi yang hanya berfokus pada penanaman bibit secara teknis tanpa mempertimbangkan kondisi ekologis dan sosial. Buku ini memaparkan inisiatif Wetlands International melalui program "To Plant or Not To Plant" (TPNTP), sebuah program global berdurasi tiga tahun yang menargetkan rehabilitasi 30.000 hektar mangrove di 10 nega…