Text
Laporan Hasil Kajian Penerapan Ecological Mangrove Restoration (EMR), Sebuah Pilot Project pada Program To Plant or Not To Plant (TPNTP) Indonesia, di Desa Liagu Provinsi Kalimantan Utara
Isu degradasi mangrove semakin mengemuka seiring menurunnya fungsi ekosistem penting yang disediakannya, seperti perlindungan pesisir, dukungan perikanan, serta peran dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Berbagai upaya restorasi mangrove telah dilakukan, namun pendekatan konvensional melalui penanaman sering kali belum berhasil mengembalikan fungsi ekosistem secara optimal. Berangkat dari pertanyaan menanam atau tidak menanam dalam restorasi mangrove, Program To Plant or Not To Plant (TPNTP) Indonesia yang dilaksanakan oleh Wetlands International Indonesia mengimplementasikan pendekatan Ecological Mangrove Restoration (EMR) melalui kegiatan percontohan di salah satu tambak di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Laporan ini menyajikan tahapan kegiatan EMR yang meliputi penilaian awal (baseline assessment), implementasi di lapangan, serta monitoring hasil restorasi. Selain itu, laporan ini merangkum pembelajaran dan tantangan yang diperoleh dari kegiatan percontohan, yang diharapkan dapat menjadi rujukan dan masukan bagi perencanaan serta pengembangan restorasi mangrove pada skala lanskap, baik di Kalimantan Utara maupun di wilayah lain di Indonesia.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain