This guideline is part of a series of Technical Guidelines on technical and socio-economic Building with Nature measures that, in combination, help to restore eroding tropical muddy coasts. These guidelines are based on insights and lessons learnt during the implementation of a district scale pilot in Central Java as part of the Building with Nature Indonesia programme. By sharing our lessons …
Isu degradasi mangrove semakin mengemuka seiring menurunnya fungsi ekosistem penting yang disediakannya, seperti perlindungan pesisir, dukungan perikanan, serta peran dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Berbagai upaya restorasi mangrove telah dilakukan, namun pendekatan konvensional melalui penanaman sering kali belum berhasil mengembalikan fungsi ekosistem secara optimal. Berangkat da…
Perbaikan saluran dan relokasi substrate merupakan salah satu pendekatan utama dalam kegiatan rehabilitasi mangrove. Kedua komponen tersebut termasuk dalam metode perbaikan hidrologi. Kondisi ekosistem mangrove yang rusak perlu mendapatkan stimulan melalui tindakan intervensi guna menunjang percepatan dalam pengembalian fungsi hidrologi itu sendiri. Perbaikan hidrologi perlu dilakukan dengan…
Keberhasilan restorasi mangrove dalam skala besar memerlukan pergeseran paradigma dari sekadar penanaman bibit menuju pendekatan yang lebih holistik dan terencana. Tulisan ini mengulas implementasi pendekatan Restorasi Ekologis Mangrove (Ecological Mangrove Restoration/EMR) yang dikembangkan oleh IUCN Mangrove Specialist Group sebagai solusi atas kegagalan metode konvensional. Melalui program "…
Restorasi mangrove seringkali menghadapi tantangan kegagalan akibat intervensi yang hanya berfokus pada penanaman bibit secara teknis tanpa mempertimbangkan kondisi ekologis dan sosial. Buku ini memaparkan inisiatif Wetlands International melalui program "To Plant or Not To Plant" (TPNTP), sebuah program global berdurasi tiga tahun yang menargetkan rehabilitasi 30.000 hektar mangrove di 10 nega…
Laporan hasil kajian sebaran lahan gambut di Kalimantan ini disertai dengan kajian lahan gambut di Sumatera serta gabungan dari keduanya. Kedua buku yang pertama disebutkan, disajikan dalam bentuk Atlas yang berisi himpunan peta-peta yang menggambarkan penyebaran lahan gambut dan kandungan karbon, sedangkan yang terakhir berisikan informasi mengenai kondisi fisik-kimia lahan rawa gambut dan cad…
Lahan gambut di Papua mempunyai tingkat kematangan ‘Fibrik’ (belum melapuk/ masih mentah), ‘Hemik’ (setengah melapuk), ‘Saprik (sudah melapuk/ hancur) dan/ atau campuran dengan salah satu atau ketiganya. Ketebalan gambut di Papua bervariasi mulai dari sangat dangkal (
Laporan hasil kajian lahan rawa gambut Pulau Sumatera ini terdiri dari 2 (dua) buku yang keduanya merupakan suatu kesatuan yang saling berkaitan. Buku 1 berupa Atlas yang berisikan himpunan peta-peta menggambarkan penyebaran lahan rawa gambut di seluruh Sumatera, sedangkan Buku 2 berisikan informasi mengenai faktor-faktor penyebab berubahnya luasan rawa gambut dan cadangan karbon di Sumatera da…
This Manual for the Control of Fire in Peatland and Peatland Forest contains information on : (1) fire control, (2) factors which support fire, (3) government policy on fire control, and (4) strategies and techniques for the control of land and forest fires in peatland areas. The information presented in this book, besides including a variety of concepts and practical measures for the preventio…
Buku ini menjelaskan tentang konsep Drainability Limit (ambang drainase) yang saat ini mulai diperkenalkan kepada para stakeholder pengelola ekosistem gambut di Indonesia. Dengan memahami konsep drainability limit, diharapkan para stakeholder bisa memahami bahwa ada batasan tertentu dimana drainase gravitasi sudah tidak bisa dilakukan lagi. Sehingga terlewatinya batasan ini menandai dimulainya …
Laporan ini diterbitkan dengan dukungan dari Program BRG REF. Isi dan pandangan yang diungkapkan di sini adalah sepenuhnya milik penulis dan tidak menjadi tanggung jawab Kementerian Luar Negeri Norwegia, Badan Restorasi Gambut dan UNOPS Indonesia.
Laporan ini diterbitkan dengan dukungan dari Program BRG REF. Isi dan pandangan yang diungkapkan di sini adalah sepenuhnya milik penulis dan tidak menjadi tanggung jawab Kementerian Luar Negeri Norwegia, Badan Restorasi Gambut dan UNOPS Indonesia.
Dokumen ini terutama berisikan hasil pembelajaran restorasi gambut yang dilakukan di dalam Hutan Lindung Gambut Londerang dan Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam di Provinsi Jambi. Kedua lokasi tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah akibat peristiwa kebakaran pada 2015. Pelaksana kegiatan restorasi gambut ini adalah WWF Indonesia dan Euroconsult Mott MacDonald (EMM). Kedua organisasi ini a…
Laporan ini diterbitkan dengan dukungan dari Program BRG REF. Isi dan pandangan yang diungkapkan di sini adalah sepenuhnya milik penulis dan tidak menjadi tanggung jawab Kementerian Luar Negeri Norwegia, Badan Restorasi Gambut dan UNOPS Indonesia.
Laporan ini berisi hasil kajian pemetaan risiko kebakaran hutan dan lahan di beberapa lokasi kegiatan Partner for Resilience-sebuah konsorsium untuk memperkuat upaya pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Melalui analisa citra, laporan ini menyajikan hasil analisis pemodelan kebakaran hutan dan lahan yang dikonfirmasi dengan da…