Dokumen ini disusun berdasarkan kerjasama antara Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia (Kemenko-Kemaritiman RI), Yayasan Lahan Basah (wetlands International Indonesia), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan bagian dari Kelompok Kerja (Pokja) Penyusunan Peta Jalan (Road Map) Mitigasi dan Adaptasi Amblesan (subsiden) Tanah di Dataran Rendah Pesisir Tahun 2019.…
Agar pelaksanaan kegiatan revegetasi gambut dapat berjalan dengan efektif, efisien dan ekonomis serta memberikan hasil yang optimal berdasarkan kaidah-kaidah teknis yang dipersyaratkan, maka diperlukan panduan teknis dan tata cara revegetasi. Untuk tujuan tersebut maka buku ini disusun dengan harapan dapat memberikan panduan kepada berbagai pihak di tingkat tapak yang terlibat di dalam kegiatan…
Buku yang berjudul ‘Restorasi Lahan Gambut di HLG Londerang dan Tahura Orang Kayo Hitam, Provinsi Jambi’ ini merupakan salah satu dokumentasi dari Proyek MCA-Indonesia. Di dalam buku ini banyak disajikan hasil pembelajaran dari lapangan, diantaranya bagaimana mengintegrasikan kebijakan-kebijakan mengenai pengelolaaan ekosistem gambut (PP No 71/2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosi…
Buku berjudul Potensi Aplikasi Struktur Permeabel ini dibuat berdasarkan observasi dari beberapa lokasi struktur permeabel, namun sebagian besar mengangkat contoh struktur permeabel yang dikembangkan oleh BwN di Kabupaten Demak. Buku ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada khalayak luas akan potensi penggunaan struktur permeabel bagi Pengelolaan Risiko Bencana secara Terpadu di Kawasan P…
Buku ini mengulas penerapan pendekatan Building with Nature (Membangun dengan Alam) di wilayah pesisir Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sebagai respons terhadap masalah erosi pantai, banjir rob, dan kehilangan daratan yang parah. Sejak 2015 hingga 2021, pendekatan ini dikembangkan melalui kemitraan publik–swasta yang dipimpin oleh Pemerintah Indonesia, Wetlands International, dan Ecoshape, sebag…
Iklim ekstrem di masa lalu merupakan kebiasaan baru saat ini. Kita harus beradaptasi dengan suatu keadaan di mana iklim kurang dapat diprediksi dan, dalam banyak hal, kurang menguntungkan daripada sebelumnya di masa lalu. Apabila kita tidak meningkatkan upaya adaptasi secara signifikan, kita akan menanggung beban bagi manusia dan beban sosial yang sangat berat: penambahan sebanyak 100 juta or…
Modul Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove adalah panduan pelaksanaan Kegiatan Sekolah Lapang Masyarakat Mangrove bidang Rehabilitasi Mangrove yang diselenggarakan oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Sekolah Lapang Masyarakat Mangrove merupakan salah satu upaya BRGM dalam meningkatan kapasitas dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya rehabilitasi mangrove. Besarnya target rehabi…
Perubahan iklim dan krisis ketahanan wilayah pesisir telah meningkatkan kerentanan dataran rendah, khususnya akibat kenaikan muka laut, perubahan pola curah hujan, urbanisasi pesat, serta ekstraksi air tanah yang berlebihan. Kondisi tersebut memicu penurunan muka tanah yang signifikan di kota-kota pesisir, terutama di Semarang, Demak, dan Pekalongan, yang berdampak pada meningkatnya risiko banj…
Climate change and the coastal resilience crisis have increased the vulnerability of low-lying areas, particularly due to sea-level rise, changes in rainfall patterns, rapid urbanization, and excessive groundwater extraction. These conditions have triggered significant land subsidence in coastal cities, especially in Semarang, Demak, and Pekalongan, resulting in heightened risks of flooding, co…
Mangroves are critical ecosystems, bridging land, freshwater, and sea. They host tremendous diversity and protect and provide for countless coastal communities around the world. This 2024 edition of The State of the World’s Mangroves highlights the tremendous advances that have been made on multiple fronts to safeguard these ecosystems. It showcases progress in: science and understanding; col…
Perluasan budidaya udang telah menyebabkan kerusakan hutan mangrove secara global, membuat garis pantai tropis rentan terhadap erosi dan banjir. Membangun infrastruktur perlindungan seperti tanggul sangat mahal, sehingga pendekatan Building with Nature menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan dan murah. Di Indonesia, proyek Building with Nature Indonesia di Demak memperkenalkan sistem Ass…
Untuk menstabilkan garis pantai yang terkikis, digunakan struktur permeabel yang memperlambat aliran air dan ombak, sehingga memungkinkan sedimen menumpuk dan memfasilitasi rekolonisasi alami mangrove. Struktur ini cocok di garis pantai berlumpur dengan banyak sedimen tersuspensi, dan biasanya berbentuk pagar dari tiang dan ranting. Meski sederhana secara teknis, penerapannya memerlukan desa…
Untuk para praktisi publik dan swasta dan pengelola zona pesisir, pedoman ini menawarkan pendekatan bertahap praktis sepanjang siklus proyek, mulai dari kelayakan hingga implementasi dan pemeliharaan jangka panjang. Panduan ini juga membantu memastikan bahwa Anda menyadari dan mengadopsi pendekatan praktik terbaik dan terus meningkatkan dan beradaptasi dalam menanggapi perkembangan dinamis sesu…
Building with Nature integrates Nature-based Solutions into water and marine engineering practice. To make nature the fundament of the solution, a paradigm shift is needed in in all aspects of project development. One of the main barriers to mainstream adoption is unfamiliarity with the Building with Nature approach. This guideline aims to help users to understand how to apply the approach and…
Nature-inclusive infrastructure design is neither simple nor straightforward and very little guidance is yet available. To truly make use of ecosystem services and to conserve or restore natural processes and functions, the natural system needs to be well understood. This technical guideline provides a guide to better understand the coastal system, to know what processes to consider and what ex…
This technical guideline discusses the application of permeable structures as a close-to-nature and sustainable solution to increase sedimentation along eroded coastlines to allow re-colonisation of mangroves and thus a stabilization of the intertidal area. Mangrove recolonization using permeable structures is currently being applied in Central Java (Indonesia), in the Mekong Delta (Vietnam,…
This guideline is part 3 of a series of Technical Guidelines on technical and socio-economic Building with Nature measures that, in combination, help to restored eroding tropical mud coasts. They bring together experiences and lessons learned from the Building with Nature Indonesia programme which restores eroding tropical muddy coasts. These guidelines are based on insights and lessons learned…